April 2007
April 20, 2007
April 20, 2007
Dunia gue emang selalu dikelilingi oleh laki-laki. Maklum, pekerjaan wartawan itu membutuhkan tenaga yg super ekstra, apalagi di IT, pasti kebanyakan cowok semua. Media juga engga pernah lepas dari yang namanya fotografer. Entah itu media elektronik maupun cetak.
Ada satu persamaan yang gue lihat dari semua fotografer yang gue kenal. Mereka merasa berkuasa jika sedang memegang kamera. Semua orang pasti setuju sama gue, cuma fotografer aja yang mampu memerintah, dari bos ampe presiden sekalipun. Tapi sayang, beberapa fotografer lebih suka mengumbar pekerjaannya demi kesenangannya pribadi.
Beberapa fotografer yang gue kenal selalu bangga dengan ‘pekerjaan’nya itu. Kalo gue boleh bilang sih, bukan ‘pekerjaan’ tapi lebih kepada ‘ngerjain’. Kebanyakan mereka adalah fotografer infotaintment atau media yang berbau lifestyle gitu. Gue pernah dikasih lihat oleh mereka, beberapa foto hasil jepretannya. Lo tau? kebanyakan foto cewe’. Dan parahnya lagi, mereka dengan bangga memperlihatkan banyak wanita bodoh yang dengan relanya menuruti apa aja permintaan si fotografer ini. Ngapain coba? yaaa… buka-bukaanlah! engga cuma sekedar pake rok mini dan tank top, tapi sampe lepas kancing segala. DAN MEREKA BANGGA NUNJUKINNYA KE GUE!!!! bahkan dengan TERTAWA!!! Menertawakan kehebatan mereka karena sudah mampu membuat seorang cewe tampak BEGO, menertawakan ke-TOLOL-annya, dan tentu saja tertawa karena bangga.
Dan parahnya lagi, si fotografer itu bilang kalo emang maunya si cewe digituin. Disuruh ini itu, dengan janji foto mereka bakal dipublish di media mereka. Dan…. engga dibayar! malah si fotografer itu yang dibayar. GILA!!!! Mirisnya lagi, itu motretnya pake kamera pocket, loh! bukan kamera SLR layaknya fotografer profesional. Engga sedikit cewe yang mau dipotret dengan ‘gaya’ kayak gitu. Buaaaaaaaaanyaaaaaaaakk….. Mungkin kalo diitung2, koleksinya hampir ratusan. Itu cewe semua, bo…… dan…… naked………
Usut punya usut, ternyata dikalangan mereka memang mewajibkan anggotanya tuk punya foto cewe telanjang. Engga harus punya keahlian khusus untuk di cap sebagai fotografer, yang penting mereka punya kamera (pocket ga pa pa) dan media untuk mem-publish. Mantan fotografer pun engga masalah yang penting dia udah dikenal oleh kalangan ‘model’ sebagai seorang fotografer.
Tentunya yang dipublish bukan foto telanjang itu, tapi foto biasa. Foto tidak senonoh yang mereka hasilkan lebih untuk koleksi mereka pribadi sebagai ‘bahan’. Entah itu untuk dibanggakan atau hanya sekedar menunjukkan kepada saudara, rekan kerja seprofesi, atau teman.
Gue sebagai seorang wanita ngerasa, dimana otak cewe-cewe itu, ya? kenapa mereka mau aja diperlakukan seperti itu hanya demi ketenaran yang belum tentu mereka dapetin.
WAKE UP, girls! Dunia itu engga cuma diisi dengan make up dan flashlight. Apa mereka saking begonya, sampe-sampe mesti cari uang dengan cara itu? Toh, orang2 terkenal juga engga sampe gitu2 amat. Bahkan selebritis yang tidak menempuh jalan dengan cara itu, menjadi lebih terkenal. Karena mereka mengandalkan otak dan bakat, bukan tubuh! Lihat aja Ayu Azhari, Rahma atau keluarga Azhari lainnya, apa mereka terkenal? iya, memang mereka terkenal tapi terkenal dalam konteks ‘miring’, terkenal dari segi negatifnya, bukan karena bakatnya. Bahkan ada yang mengklaim mereka sebagai keluarga P***k
Sorry, saking emosinya gue setelah temen gue ngasih tau foto2 hasil jepretannya yang tidak senonoh. Dan gue miris banget! cewe zaman sekarang, kenapa masih aja bego kayak gitu? Apa mereka engga sadar kalo mereka sebenarnya cuma dijadiin bahan tertawaan sama laki-laki yang ke-fotografer-annya itu mesti dipertanyakan.
Inilah kenapa gue engga mau memberikan foto anak gue, yang baru berusia 2 bulan, ke sebuah model agency yang memintanya lewat message di friendster, konon untuk dijadikan model iklan susu.
1. Gue bukan tipe orang yang suka eksploitasi anak. Gue masih bisa menghidupi anak gue dengan hasil jerih payah gue sendiri
2. Bapaknya seorang fotografer, lepas dari ketidaktahuan gue ttg prilaku dia sebagai seseorang yang menjalani profesi itu, yang jelas gue mesti antisipasi untuk menjauhkan anak gue dari hal-hal yang berbau ketenaran, selebritis, atau apalah. Naudzubillah min dzalik!
Buat cewe’2 : Sadarlah! Mulailah berpikir dengan pintar. Banyak cara menjadi tenar.
Buat fotografer tanpa kamera : Kalian pasti memiliki keluarga. Apa kalian rela kalau adik, istri atau anak kalian digituin? Dunia itu berputar!
< I DON’T NEED FLASHLIGHT, I NEED BRAIN>
April 19, 2007
April 18, 2007
Ternyata membuat sebuah media tidak semudah yang kita bayangkan. Media Online saja sulit, gimana kalo bikin media cetak? yang free aja sulit apalagi yang komersil.
Kesulitan membuat media online tentu saja bukan didasari pada dana dan materi tapi lebih kepada sisi pengetahuan masyarakat. Bayangkan aja, ketika media pemberitaan diambil alih oleh teknologi dotcom, berapa banyak yang kemudian muncul media sejenis tapi sampai sekarang cuma beberapa yang eksis, bahkan yang paling tersohor cuma satu (you know lah… ai tak mau sebut itu nama karena pasti you guys all tau lah…).
Makanya banyak orang marketing yang kemudian menyerah untuk menjual media online. Bahkan orang iklan sendiri akan berpikir lama sebelum menyetujui untuk beriklan. Kenapa memangnya? toh kita kan sama-sama media yang menjembatani industri dengan end user. Kami juga kan memberikan informasi. Lantas kenapa kami mesti dibedakan dari media lain? Katanya era teknologi canggih, katanya era mobile, katanya kita siap dengan percepatan arus teknologi informasi yang terus berubah dalam hitungan detik. Lalu kenapa justru mereka yang menggunakan teknologi itu sendiri sebagai perahu informasi, tidak mendapat penghargaan sedikit pun. Wajar ga sih kalo saya bilang orang-orang yang memandang rendah media online adalah orang-orang yang tidak mengerti teknologi alias gaptek, orang-orang yang tidak mau maju, orang-orang yang berpikiran konvensional, orang-orang yang…. (loh, kok saya jadi marah2?!)
Udah, ah… pikiran saya jadi panas, nih! besok aja dilanjutin lagi. hiks….
nb : Yang penting klik magazine harus tetap eksis apapun kendalanya. Ok, Er???
April 13, 2007
Jika anda udah mengikuti tips pada tulisan di bawah, maka anda pasti tidak akan repot untuk memutuskannya. Nah, untuk memutuskan hubungan dengan selingkuhan anda, gunakan cara berikut ini
- Hindari lagi intensitas pertemuan anda dengannya dengan alasan banyak kerjaan di kantor.
- Minta maaflah pada pasangan resmi anda karena sudah berselingkuh. Kemudian karang sebuah cerita kalau anda melakukan hal itu karena anda di pelet oleh selingkuhan anda. Buatlah agar pasangan anda memahami perilaku anda.
- Gunakan dua simcard. Simcard anda yang lama harus anda hidupkan sekali-sekali saja dengan alasan jaringan operator tersebut yang rusak, sinyal yang jarang dan lain sebagainya.
- Jika pasangan selingkuh anda menelepon lagi ke rumah anda, katakan pada orang rumah bahwa anda merasa tidak pernah berhubungan lagi dengan wanita itu.
- Jika kebetulan selingkuhan anda hamil, tenangkan kondisi selingkuhan anda dan katakan bahwa anda akan bertanggung jawab dengan persyaratan selingkuhan anda harus menerima keadaan kalau anda akan jarang berada di rumahnya. Selingkuhan anda juga harus berjanji untuk tetap diam dan tidak memberitahu kondisi kehamilan kepada keluarga anda.
- Perintahkan selingkuhan anda untuk mengontrak rumah di tempat yang jauh. Dengan demikian dia akan terjauh dari keluarganya dan anda pun akan memiliki alasan untuk tidak bertemu dengannya dengan alasan ‘jauh, engga punya ongkos, engga ada kendaraan’
- Jika saat kelahiran telah tiba, temani selingkuhan anda melewati prosesnya agar ia tetap menganggap anda laki-laki yang bertanggung jawab.
- Jika selingkuhan anda telah melahirkan, katakan padanya bahwa anda telah menyadari kesalahan anda berselingkuh. Anda pun mengakui ketidakmampuan anda untuk memiliki dua orang istri dalam hidup. Tidak mampu menafkahi dan segalanya.
- Jika selingkuhan anda meminta pertanggung jawaban pada keluarga anda, pastinya mereka malah akan membantu anda dan memarahi selingkuhan anda (itu jika anda mengikuti tips aman berselingkuh) dengan alasan. “kan sudah saya bilang, jauhi anak saya, dia itu sudah punya istri, kamu nya aja yang bandel deketin dia terus”
- Ungkap cerita kalau anda dipelet oleh selingkuhan anda. Agar keluarga anda kasihan pada anda dan malah balik memarahi selingkuhan anda itu.
- Katakan juga pada keluarga anda bahwa anak itu bukan anak anda karena anda sudah lama tidak pernah berhubungan lagi dengan selingkuhan anda, bahkan sudah diceraikan. Keluarga dan pasangan resmi anda pasti akan yakin karena anda sudah memperkecil intensitas pertemuan anda dengan selingkuhan anda dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
- Dengan demikian dijamin selingkuhan anda akan pulang dengan sakit hati dan dendam, dan anda akan terbebas dari masalah (???). Dan pastinya akan mendapatkan kembali kebahagiaan bersama keluarga anda.
- Tinggal tunggu balesan dari Tuhan
)
DASAR BAJINGAN!!!!
April 13, 2007
I See : Banyak orang yang berselingkuh. Biasanya dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap wanita. Karena konon ada sebuah kalimat sakti yang mengatakan “laki-laki berselingkuh itu normal, artinya dia adalah pejantan tangguh”. Tapi engga semua perselingkuhan itu bisa berjalan dengan lancar. Banyak yang kemudian hari berakhir dengan perpisahan. Entah itu perpisahan dengan pasangan resminya atau pun dengan pasangan selingkuhnya.
I Think : Kenapa mereka bisa bego, gitu ya? ampe ketauan?
Harusnya sih, mereka punya tips dan perencanaan yang matang dalam berselingkuh. Seperti tips berikut ini
- Berkenalanlah dengan wanita muda yang masih lugu dan cantik
- Gunakan nama yang berbeda ketika anda berkenalan dengan orang yang akan menjadi selingkuhan anda. Jangan sampai anda dikenali dengan nama yang sama yang anda pakai ketika berada di rumah.
- Kepada pasangan selingkuh : perkenalkan diri anda sebagai seorang single. Sembunyikan semua identitas asli anda, bila perlu buat KTP palsu dengan data-data palsu. Hari gini kan gampang bikin KTP, mo dua, tiga, tinggal bayar. (parahnya pemerintahan kita). Kepada pasangan resmi : Jangan biarkan pasangan anda berkeliaran kemana-mana, bila perlu tekan dia untuk selalu berada di rumah. Dengan alasan “Lo ga boleh kemana-mana kalo engga sama gue, gue engga tega klo lo pergi sendirian, buat apa ada gue kalo gue engga bisa jagain elo?
- Kepada pasangan selingkuh : Ajak ia ke tempat tempat yang menyenangkan, katakan pada dia bahwa dirinya adalah orang pertama yang anda ajak ke tempat ini. Kepada pasangan resmi : jangan matikan handphone anda, biarkan tetap hidup, saat ia menghubungi tidak perlu diangkat. Nanti ketika sampai di rumah, jelaskan kepadanya bahwa anda sedang dalam perjalanan sehingga bunyi hape tidak terdengar. Mematikan hape akan lebih membuat pasangan resmi anda curiga. Jika anda tidak ingin pasangan selingkuh anda curiga juga, atur profil ponsel anda menjadi silent mode tanpa getar.
- Kepada pasangan selingkuh : Jika anda ingin menggaulinya, nikahi saja! toh sekarang kan zamannya nikah siri, katakan pada dia bahwa keluarga anda tidak bisa menemani karena mereka semua berada di luar kota. Yakinkan dirinya bahwa Menikah lebih dulu adalah jalan terbaik untuk menghindari zinah. Kepada pasangan resmi : pada saat pernikahan berlangsung, katakan pada pasangan resmi anda bahwa anda harus bekerja beberapa hari di luar kota karena tugas kantor.
- Karena anda bisa mendapatkan identitas palsu, pastinya anda juga bisa mendapatkan surat nikah palsu untuk meyakinkan selingkuhan anda.
- Jika anda ingin jalan dengan pasangan selingkuh anda, terlebih dahulu teleponlah pasangan resmi anda, tanyakan dimana posisi ia berada sekarang. Dengan demikian anda akan tau kemana anda akan mengajak pasangan selingkuh anda tanpa harus takut akan bertemu dengan pasangan resmi anda.
- Buat janji dengan sebaik-baiknya. Jangan mencatat janji atau apapun yang berkaitan dengan selingkuhan anda karena pasti anda akan lupa meletakkannya, bisa-bisa catatan tersebut ditemukan oleh pasangan resmi anda. Jika perlu sediakan dua barang yang sama. Satu untuk selingkuhan anda, satu untuk pasangan resmi anda.
- Gunakan nama panggilan yang sama untuk keduanya, ini untuk menghindari anda salah memanggil jika anda sedang tidak konsentrasi.
- Jika anda sudah merasa puas berselingkuh, mulailah mengurangi intensitas pertemuan dengan selingkuhan anda. JIka selingkuhan anda seorang wanita, jangan biarkan ia hamil terlebih dahulu.
- Buat ia mengenali identitas anda, sampai akhirnya ia tau betapa bejatnya anda lalu menelepon orang tua anda dan meminta pertanggung jawaban.
- Orang tua anda pasti akan membela anda dan menyuruh selingkuhan anda untuk menjauhi anda karena selingkuhan anda tersebut belum hamil sehingga tidak ada beban sama sekali. Paling-paling anda akan dimarahi sebentar saja untuk kemudian disuruh berjanji untuk tidak mengulanginya. Paling-paling selingkuhan anda akan dinasehati dan diberitahu bahwa anda telah memiliki pasangan resmi.
- Ajaklah paman anda untuk menjadi saksi bagi keluarga dan pasangan resmi anda bahwa anda telah menceraikan selingkuhan anda itu.
- Jika anda kemudian memutuskan untuk menggaulinya kembali, datangi selingkuhan anda tersebut. Jika ia tidak ingin berhubungan dengan anda lagi, buatlah ia yakin betapa anda sangat mencintainya, tambahkan kalimat bahwa anda sangat ingin memiliki keturunan darinya.
- Jika selingkuhan anda tersebut telah memiliki laki-laki lain, cari tahu tentangnya kemudian hubungi dan katakan padanya bahwa wanita yang sekarang dekat dengannya telah hamil anak anda. Dijamin pasti dia akan menyingkir. Di saat itulah anda harus memperlakukan selingkuhan anda dengan baik, buat kembali ia percaya pada anda, jika perlu katakan padanya bahwa pasangan resmi dan keluarga anda setuju jika anda dan dia bersatu kembali.
- Jika memungkinkan ucapkanlah Demi Tuhan agar selingkuhan anda yakin (toh, klo dosa juga kan balesannya nanti klo udah mati, engga ada yang tau!) Bila perlu setiap anda berbohong, ucapkan saja kata-kata sakti itu. Pasti pasangan anda akan yakin dengan kata-kata anda.
- Jika selingkuhan anda mempertanyakan masalah kata cerai yang sudah keluar dari mulut anda, katakan padanya bahwa semua itu terpaksa dan tidak keluar dari lubuk hati anda yang paling dalam. Katakan padanya bahwa selingkuhan anda itu adalah cinta anda yang sejati. Bila perlu katakan pada selingkuhan anda kalau anda menikah dengan pasangan resmi anda karena terpaksa, dijodohkan oleh orang tua anda. Dan satu-satunya alasan anda tetap mempertahankan pernikahan anda adalah karena perasaan berbakti anda pada orang tua, apalagi jika anda punya anak, jadikan kisah anak anda sebagai tameng. Intinya ”Kamulah cinta sejati aku, sayang!”
- Setelah itu, dijamin ia akan luluh dan menerima anda kembali.
- Jangan lupa untuk bilang kepada selingkuhan anda agar merahasiakan hubungan ini dengan alasan hanya ini satu-satunya jalan untuk tetap bersama mempertahankan cinta anda, sekaligus menjaga perasaan orangtua anda.
- Dijamin anda akan aman berselingkuh sampai anda bosan dengannya.
April 5, 2007
See : Banjirnya media ttg ponsel di Indonesia.
Kalo dirunut, media yang mengusung tema ponsel dan telekomunikasi di Indonesia banyak juga, ya.. Liat aja …..
|
Media Bulanan
|
Dwi Mingguan
|
Majalah yang bersinggungan (menyajikan review ponsel beberapa halaman saja)
|
ada yang ketinggalan, ga? Semuanya menyajikan konten yang hampir sama. Review, tip n trik, bisnis, profil, harga dan yang lainnya.
Think : Mana yang paling pertama?
Konon jika berbicara majalah, anda pasti bilang kalau Selular adalah majalah yang pertama. Bisa jadi memang benar adanya. Namun yang membingungkan saya adalah, ketika saya pernah melamar menjadi korektor bahasa di sebuah perusahaan media yang berkantor di Pulogadung (menerbitkan majalah AudioVideo juga), saya sempat di wawancara oleh Pemred-nya langsung, klo ga salah namanya Ir. Chandra Ghazali. Nah, dia sempat curhat sama saya (karena saya pernah menulis di Digicom dan kebetulan dia kenal dengan Pak Harry Hartono) dia mengklaim kalau ide dan gagasan tentang media ponsel adalah miliknya, bahkan saya sempat dikasih tahu edisi pertama majalahnya. Kemudian dia memperpanjang ceritanya, ketika dia memerintahkan orang-orangnya tuk mencari investor, termasuk ke Harry Hartono, karena keteledoran salah satu orangnya, konon proposal mereka sempat tertinggal di suatu perusahaan distributor yang akan mereka tawari investasi. Akhirnya, mereka buru-buru membuat edisi pertama majalah tersebut. Namun karena ketiadaan dana, akhirnya semua berhenti di tengah jalan.
Entah cerita tersebut benar atau tidak. Yang jelas peminat ponsel lebih kenal dengan Majalah Selular, bahkan bisa dibilang majalah tersebut menjadi yang pertama dan terbaik dengan usia lebih dari tujuh tahun. Walaupun sebenarnya saya pribadi lebih suka baca T&t dan tulisan-tulisannya Bu Icha yang selalu menyoroti carut marut bisnis telko n engga segan-segan buat ngecam vendor atau operator yang dianggapnya engga rasional. Tentu aja, gaya bahasanya yang lebih saya suka. Sedangkan Majalah Selular, paling-paling saya baca kalo kebetulan ketemu aja (engga beli), trus paling2 baca tulisannya Adhi aja sama tulisannya Mas Lukman.
Nah, lain lagi dengan yang namanya tabloid. Saya sempat mengira bahwa tabloid tentang ponsel pertama adalah Pulsa, namun setelah saya liat tabloid Ponsel mereka mengklaim bahwa mereka adalah tabloid selular pertama di Indonesia. Sempat bingung juga sih, ternyata banyak juga tabloid dengan nama yang hampir mirip (engga kreatif atau emang ada maksud tertentu dibalik itu semua) sebut saja PonselKu, News Ponsel, Tren Ponsel (apalah namanya). Ternyata, usut punya usut, beberapa tabloid tersebut memang memiliki kekerabatan (artinya pernah berada dalam satu perusahaan) Mereka berawal dari Top Group Surabaya. Berbekal pengalaman tabloid infotaintment, alumni mereka membuat PT Daya Karya Media yang menerbitkan tabloid Ponsel yang pertama kali beredar di Surabaya. Kebanyakan kontennya dikaitkan dengan infotaintment (ponsel dan seleb). Lalu entah karena apa, terjadi perpecahan di dalam sehingga sebagian personilnya menciptakan Tabloid PonselKu. Anehnya mereka masih bernaung di payung yang sama, PT Daya Karya Media.
Kalau dilihat dari kontennya sih, Tabloid PonselKu lebih tau ke arah mana Tabloid ini berjalan. Sedangkan Tabloid Ponsel lebih ke arah infotainment (seleb) yang secara ‘paksa’ dikaitkan dengan dunia ponsel. Di luar itu, saya tidak ingin me-review lebih dalam. hehehe…
Seseorang di dalam perusahaan tersebut berkata jika tabloid tersebut beredar di Surabaya, mungkin akan lebih dikenal dan akan sepopuler Pulsa. Sebenarnya bukan masalah sih, siapa yang lebih dulu hadir karena semua tergantung pada konten yang disajikan dan tergantung siapa yang membaca. Bisa jadi, suatu saat Selular atau Pulsa tidak lagi diminati peminat ponsel karena konten mereka sangat serius dengan gaya bahasa yang (menurut saya) terlalu teknis. Siapa sih yang mau dipusingkan dengan bacaan serius seperti itu? memikirkan masalah pribadi saja sudah mumet, apalagi mikirin yang berat-berat. Saya engga begitu suka dengan infotaintment, saya juga engga suka baca media yang berat karena otak saya engga cukup. Makanya kalau baca tabloid, paling2 saya baca Roaming. Bukan karena saya dekat dengan Omaz tapi liat, deh! isinya engga berat-berat banget kayak Pulsa. Apalagi waktu masih ada Arman yang suka ngoprek hape, dia nulis dengan bahasa yang lumayan ringan. Sayang, si Arman ke mana, ya????
Saya selalu ingat kata-kata Pak Eko, waktu masih di T&t dulu. Dia bilang “kalo kita engga jadi yang pertama maka kita harus jadi yang terbaik”. Intinya cuma dua hal yang harus jadi goal kita, menciptakan suatu hal yang baru dan inovatif atau menciptakan sesuatu yang terbaik di antaranya (ini juga latar belakangnya kenapa saya pengen banget Klik! maju. Saya sempat berpikir, pantas saja jika semua orang menganggap dia pebisnis sejati di dunia media telko. Bahkan ada yang pernah bilang “Lo tau kan, engga ada media yang gagal kalo di tangan Eko Kuntadhi. Liat aja Majalah T&t, tabloid phone3, pasti freemagz Mobile juga bakal sukses.”
Sekarang kita runut beberapa media trendsetter n the best di dunia telko (walaupun arti the best harusnya bisa diklasifikasikan lagi menjadi beberapa item, tapi ini kan cuma pemikiran pribadi, bukan riset yang membutuhkan data-data berat)
Majalah
Pertama : Selular
Terbaik : T&t
Tabloid
Pertama : Ponsel
Terbaik : Roaming
FreeMagz pertama : Mobile
E-magz pertama : Klik!Magazine
April 5, 2007
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


