Juli 2007


adang-dani.jpg

Kampanye Pilkada Jakarta, Adang vs Foke, emang bisa dibilang greget banget. Selain karena cuma melibatkan dua pasang calon, di sisi lain ini merupakan pertarungan PKS vs Parpol lain. Kalo bisa dibilang keroyokan, yaaa, emang keroyokan adanya.

 

Tapi secara pribadi, gue sendiri emang lebih milih Adang bukan karena individunya tapi lebih karena loyalitas gue terhadap PKS. Gue emang bukan anggota aktif PKS, atau simpatisan mania, hanya sekedar simpatik aja (kalo elo mengamati gerak dan kinerja PKS, lo pasti juga bakal ngerasa kayak gini). Walaupun begitu gue ngerasa KEMENGAN ADANG di Pilkada nanti bisa jadi merupakan tolok ukur atas EKSISTENSI PKS di Jakarta.

 

Ketika PKS maju sebagai organisasi peserta Pemilu sejak dua kali Pemilu terakhir ini, PKS sudah membuktikan bahwa mereka benar-benar partai serius dan solid. Dan Jakarta merupakan basis masa PKS paling besar. Depok aja berhasil menaikkan kader PKS menjadi walikota di sana, ini merupakan bukti kalau PKS juga ‘besar’ di Depok. Kini, bukan engga mungkin kalau Jakarta pun seharusnya bisa menaikkan Adang menjadi Gubernur.

 

Walaupun banyak terjadi spekulasi seputar pengangkatan Adang oleh PKS tapi apa sebaiknya kita tidak berpikir ke depan, berpikir untuk menghentak Jakarta dan membuktikan kalau PKS itu masih dan akan terus BESAR.

 

“Emang engga ada kandidat yang lebih bersih?” atau “Adangnya sih okelah! Tapi keluarganya? Apa bisa jamin kalau nanti engga aka nada nepotisme di masa pemerintahan Adang?”, belum lagi rumor PKS yang terbelah menjadi dua bagian, pendukung Adang dan Bukan Pendukung (terpaksa mendukung).

 

Sepanjang cerita dari orang yang pernah bekerja di dalam Kerajaan Adang (Kerajaan sang Istri maksudnya, Nunun Nurbaeti), hampir semua Anak-anak mereka, dan saudara mereka bekerja di situ. Ini mungkin bisa dibilang nepotisme tapi kalau dilihat dari sisi positifnya, berarti mereka berhasil mengimplementasikan anjuran “Bantulah saudara terdekatmu terlebih dahulu sebelum membantu orang lain”. Sayangnya anak-anak mereka yang mengenyam pendidikan di luar negeri bisa dibilang terlalu terpaku dengan usaha orang tua mereka. Apa ini bukti kalau mereka adalah anak mami yang engga pernah bisa berusaha sendiri. Coba deh, kalau seandainya mereka bisa ‘berdiri’ tanpa bantuan kaki orang tua, apa mereka bisa menjadi seperti ini?

 

Trus banyak juga yang bilang, bahkan dari hasil wawancara gue dengan beberapa pihak di sekitaran kantor miliki Istri Adang, kebanyakan dari mereka tidak menyukai dengan prilaku anggota keluarga Adang yang terlalu berlaga sebagai penguasa, bahkan cenderung menganggap mereka sebagai orang rendahan. Kata-kasar yang sering mereka lontarkan dan perlakuan yang selalu tidak mengenakkan.

 

Malah seorang temen gue pernah bilang kalau seorang wartawan pernah difitnah salah satu anak Adang, padahal si wartawan sangat simpatik terhadap PKS dan hanya berniat membantu mengajak wartawan lain tuk mendukung Adang dalam setiap pemberitaannya.

 

Mungkin kalau dilihat dari sisi keluarga (kesombongan , keegoisan dan perilaku), bukan tidak mungkin Adang tidak akan mendapat simpatik dari warga Jakarta. Untungnya cuma sedikit orang yang tahu tentang keadaan keluarga Adang yang seperti itu.

 

Intinya sih, sebenernya, gimana Adang mau merawat Jakarta kalau merawat keluarganya aja udah gagal.

 

Nah, di sinilah ke-solid-an PKS di uji. Di sela-sela rumor yang tidak mengenakkan, jangan sampai kita pun terbawa arus sehingga menyebabkan PKS benar-benar pecah.

 

 

Eksistensi PKS itu ada di tangan kader dan simpatisan. Terpilihnya Adang sebagai gubernur Jakarta merupakan bukti eksistensi PKS. Kita mungkin boleh tidak menyukai Adang tapi ada baiknya jika kita singkirkan semua itu demi kepentingan umat.

Jika kita tidak memilih karena Adang, setidaknya pilihlah karena PKS. Karena umat!

dude-kayak-siapa-ya.jpg

Temen2 gue bilang, cuma emak2 yang suka ama Dude. Tapi gue suka apa ini berarti gue termasuk emak2 ya? ah.. engga ah. Gue cuma punya anak usia 5 bulan, lagipula gue juga masih 26 tahun kok!

Masa’ Gadis kayak gue engga boleh suka ama Dude, sih?

Mirip siapa ya?? Kok kalo diliatin lama2, Dude mirip juga ama anak gue, apa Dude itu bokapnya anak gue ya???