Desember 2007


Senggigi, Lombok

8 Desember 2007

Kalo Tuhan marah, mungkin kayak gini, ya…

gods-anger.jpg

Masih gue yang motret, loh!!!

Senggigi, Lombok

8 Desember 2007

sky-in-blue-red-yellow-n-even-dark.jpg

Lo pasti ga percaya kalo ini, gue juga yang motret.

Senggigi Lombok, 8 Januari 2007

Harusnya gue yang ada di sebelahnya, cuma gue engga pede, jadi gue suruh aja mba Ria. Lagian kalo gue yang di sebelahnya, siapa yang motret? Bagus, kan foto gue…

waiting-for-miracles.jpg

Senggigi Lombok,  8 Desember 2007

diving-to-the-future2.jpg

Menulis cinta kepada Tuhan

 Cinta,

Aku telah menyusuri jalan setapak itu

Jalan setapak yang telah kau tunjukkan kepadaku menuju rumahmu

Kau bilang jalan itu harus ku lalui agar aku bisa bertemu denganmu

 

Cinta,

Mengapa jalan yang kau tunjukkan itu tidak seperti apa yang telah kau ceritakan

Kau bilang jalan yang lurus tapi aku temukan berkelok

Kau bilang pemandangan indah di kanan kirinya tapi aku temukan pepohonan mengering di sepanjang jalan menikung

 

Cinta,

Aku telah sampai di ujung jalan

Apakah masih jauh aku harus berjalan untuk menuju rumahmu?

Apakah aku masih harus menemui jalan setapak lain untuk bisa merasakan sejuknya duduk di depan teras rumahmu?

 

Cinta,

Aku lelah

Kakiku letih berjalan bertahun-tahun lamanya hanya untuk mencari jalan menuju rumahmu

Benarkah jalan ini yang bisa membawaku bertemu denganmu?

Ataukah aku hanya akan menemukan gubuk liar dengan atap tembikar yang akan membasahiku dengan hujan peluh dan darah?

 

Aku letih, tapi rumah cintamu belum juga terlihat

Aku kedinginan, tapi perapian rumahmu belum juga berasap

Aku kehujanan dan tubuhku basah bermandikan airmata tapi pagar rumahmu belum juga bersinar

Aku ingin mati tapi dirimu belum juga datang membawa keranda bertuliskan maaf

 

Cinta,

Ketika tubuh ini sudah tak kuat lagi menopang raga

Aku mohon, datanglah menuju dunia tak berujung

Bacakan kepadaku sekali lagi tentang arah menuju jalan cintamu

 

Mungkin suatu saat

Aku temui rumah cinta yang lain di jalan keabadian