I Love You Sarie, but…

Posted on Mei 31, 2011

0


Sarie, Sarie… Kurusin dong badan lo. Gimana ada cowo yang mau sama elo kalo badan lo gede kayak gitu?

Selalu itu yang gue denger setiap hari dari orang-orang di sekitar gue. Engga cuma keluarga gue, temen gue pun sering melontarkan kalimat yang menurut gue engga penting itu.

Kenapa gue bilang engga penting? Ya iyalah, secara mereka menyuruh gue ngurusin badan untuk suatu hal yang belum pasti. Buat apa gue ngurusin badan hanya untuk seorang laki-laki yang wujudnya pun gue engga tau. Buat apa gue bersusah payah hanya untuk seorang laki-laki yang gue sendiri engga tahu kapan hadirnya.

Trus, apa ada jaminan kalau laki-laki itu mau menerima kita saat kita kembali berubah ke wujud asli kita, menjadi ‘buruk rupa’ di kemudian hari.

Bukankah akan lebih nikmat lagi ketika ada seorang laki-laki yang ‘mau’ dengan elo di saat kondisi fisik elo sekarang kayak gini. Bahkan, akan lebih nikmat lagi, ketika dia bisa menerima elo apa adanya, bagaimanapun bentuk tubuh elo. Karena nanti, di saat elo tua, kondisi fisik lo mulai renta dengan kulit keriput dimana-mana, saat itulah dia tidak akan mengeluarkan kalimat komplen, hanya untuk menyuruh elo bersusah payah mengubah penampilan diri. Karena pada dasarnya, dia sudah terbiasa dengan diri lo yang ‘buruk rupa’.

Bukankah akan lebih indah jika dia hadir di saat kondisi fisik elo tidak sedang ‘bagus’.

Nah, saat elo sudah menemukan laki-laki yang dapat menerima elo apa adanya itu, maka itulah awal dari spirit elo untuk mengubah bentuk tubuh elo menjadi apa yang diinginkan orang-orang saat ini. Dengan catatan, elo berupaya seperti itu (membuat badan lo menjadi kurus) untuk memberikan penghargaan kepada laki-laki itu karena dia sudah menerima elo apa adanya.

Karena elo sudah memilih gue, yang gendut ini, menjadi wanita pilihan elo, inilah persembahan hadiah dari gue, seorang Sarie dengan bentuk badan yang kurus, hanya buat elo… 

Now, i’ve found him. Thx, beb… for loving me just the way i am

Iklan
Posted in: Uncategorized