Janda itu…

Posted on April 1, 2012

0


Dapet kiriman quote dari temen sesama ‘superwomen’. Dia bilang,

 

‘Not every single woman’s searching. Some are actually single and satisfied. Better than to be lied to, cheated on and disrespected. Single is better than living with a wrong person’.

 

Gue pake istilah ‘superwomen’ buat mengganti kata perempuan yang memiliki anak tapi (pernah) gagal mempertahankan keluarganya. Sebut saja, Janda. Kenapa gue bilang Superwomen? Karena kebanyakan mereka bisa melalui rintangan hidup seberat apapun tanpa bantuan pasangan hidup. Bekerja menghidupi anak-anaknya, tanpa berpikir untuk mencari pengganti pasangan hidup. Wanita super itu mampu bangkit meski lingkungan tetap memberikan pandangan mata sinis.

 

Not every single woman is searching.

Yep! Engga semua superwoman itu ‘ngebet’ banget nyari pengganti pasangan hidup. Kalo dari pengalaman tetangga-tetangga gue, jarang tuh ada berita istri ditinggal mati suami lalu menikah sebelum kuburan suaminya kering. Malah banyak gue denger suami menikah lagi padahal bininya baru meninggal seminggu lalu. Jangankan bininya meninggal, masih hidup aja tuh laki udah mikir buat punya bini kedua, ketiga. #hadeeeuuhhhhh *tepokjidat*

Moral of the Story is… Please, deh! Buang jauh-jauh tuh pikiran negatif soal Janda. Mentang-mentang mereka single dipikirnya ‘kangen sama belaian laki’ gitu?! Men, you all are asshole!

 

Inget deh kata-kata ini ‘cewe itu otaknya di kepala, sedangkan otak cowo adanya di selangkangan’. Read it between the lines!!!

 

Some are actually single and satisfied

Bener banget! Berpisah dari seorang cowo itu bukan akhir dari hidup. Rejeki orang udah ada takarannya sendiri-sendiri. Ketika niat elo udah baik, ingin menjadi ibu yang baik bagi anak-anak lo, udah pasti Tuhan akan menyuruh seluruh alam semesta untuk ngedukung dan melancarkan jalan lo. Kalo elo yakin, semua yang ga mungkin jadi mungkin. Mukjizat itu adalah keyakinan dari diri lo sendiri.

 

Kadang banyak cewe yang lebih memilih hidup sendirian dan fokus ngurus anak. Gue rasa itu bukan karena terpaksa, tapi karena mereka yakin mereka mampu. Ketika elo single, elo hanya fokus pada satu hal, yaitu anak-anak lo. Tapi klo elo dah merit, fokus lo akan mulai bercabang, mulai dari ngurus anak, ngurus laki, sampe ngurus keluarga-keluarga yg lain.

 

Single is better than living with a wrong person

Ketimbang elo mesti nyari pengganti yang ga bisa nerima masa lalu lo, mendingan elo buang deh jauh-jauh niat buat merit lagi. Jeleknya orang tuh ya, gajah di pelupuk mata ga keliatan giliran semut di ujung jalan keliatan. Apa aja yang jelek-jelek diinget mulu, giliran yang baeknya dilupain gitu aja. *ahhh, gamparin juga niy!*Inget, brai… elo pikir dalam keluarga lo ga ada mahluk cewe apa?! Emak lo, nenek lo, adek apa kakak lo juga kelaminnya cewe, pan? Nah, elo pikirin dah klo mereka punya nasib sama, yang ga beruntung dalam kehidupan berumah tangga.

 

Janda itu bukan aib tapi nasib

Jadi janda itu bukan kesalahan tapi pilihan

Berpisah itu lebih baik ketimbang harus selalu resah

Sendiri itu menyenangkan kalau kita tau caranya merelakan

Daripada hidup tak akur, lebih baik mundur teratur

 

Superwoman doesn’t need Superman

Iklan
Posted in: Uncategorized